Cisadane

“Sungai Cisadane, pada masanya pernah menjadi urat nadi transportasi dan Kehidupan, memberi ruang dan kemudahan dalam berpindah maupun bernafkah”
Pagi itu suasana cerah ditemani matahari yang sedikit malu-malu tersenyum, dengan berbincang ringan dan bercanda tawa sayapun mengobrol dengan dua blogger kawakan yaitu mas Wira Nurmansya dan mas Tekno Bolang sembari sarapan soto yang dijual di samping jalan sungai Cisadane, sotonya enak banget.
Acara kita hari ini adalah mau jalan-jalan menyusuri Sungai Cisadane dan sekitarnya, sambil menunggu teman kita satunya lagi yaitu kakak Indri, seorang blogger perempuan yang masih dalam perjalanan dari Depok menuju Tangerang
Tak terasa suasana sarapanpun berlalu, soto dan minumannya sudah habis kita lahap, tak lama kemudian datanglah kak Indri dengan setelan serba Hijau cantik hehehe. setelah beberapa menit berkenalan dan mengobrol ringan, maka kami putuskan untuk naik kapal, kebetulan kami juga didampingi bapak-bapak yang dari tadi sudah ngobrol dengan kami waktu sarapan sambil bapak-bapak itu menawarkan sewa Kapal perahu, setelah kita berempat ngobrol-ngobrol ringan, maka kami putuskan untuk susur sungai Cisadane dengan kapal perahu. 
Satu-persatu kami masuk ke perahu dengan sedikit mengimbangi goncangan yang terjadi, karena kami mulai menaiki perahu dan sontak perahunya pun berguncang, mungkin karena badan kita yang besar-besar. Dengan tenang  kami duduk manis secara perlahan-lahan dan Si bapak pengayuh kapal mulai mengayuh dengan dayung perahunya. 
Kapal perahu ini bukan merupakan perahu wisata, hanya sebagai sarana transportasi penyebrang penduduk setempat dan sebagai sarana ibadah bagi warga Tionghoa yang ingin beribadah dengan melepaskan hewan hidup ke sungai seperti ikan lele atau kura-kura, sehingga wisatawan merupakan rejeki tambahan bagi bapak-bapak yang nyewain kapal. Meskipun saya tidak melihat adanya pelampung dan alat keselamatan lainnya tapi sekilas terlihat secara keseluruhan aman, toh kalo kapal tenggelampun saya kira akan banyak yang menolong, dikarenakan suasana di pinggir dan di tepi-tepi dungai cisadane tergolong rame.
Oh iya, waktu itu kapal yang kita naikin bocor, meskipun kita semua bisa berenang, tapi bagaimana dengan kamera dan barang-barang kami lainnya? tapi berbeda dengan bapak yang mengendalikan kapalnya, beliau bilang bahwa kapalnya bocor dengan nada santai seolah tidak terjadi apa-apa, sedikit kami kaget tapi melihat suasana yang biasa-biasa saja, sayapun juga santai.
Dengan mengayuh dayungnya, si bapak bilang “kapalnya bocor jadi kita menepi ganti kapal dulu yaaa” kata si bapak dengan wajah santai kayak ditepi pantai hehehe
Tidak lama kemudian kami ganti kapal sembari melihat bapak-bapak lainnya yang lagi ngerumpi dan aktifitas ibu-ibu di samping sungai 
susur sungai Cisadane kita, bisa dibilang sebagian dan tidak menyeluruh, tapi sudah banyak hal yang kita dapatkan.  Mulai dari sekelumit kegiatan dari warga kampung bantaran Sungai Cisadane maupun alam dan mahluk hidup lainnya.
sekelompok anak bermain di tepi sungai dan ada ibu-ibu yang memberi makan ternak ayam-ayamnya. Di sudut lain terlihat gadis remaja yang mencuci pakaiannya meskipun boleh dibilang kualitas air sungai Cisadane kurang bagus, tapi mungkin itulah yang bisa mereka hadapi.
disisi lain ada beberapa kelompok bapak-bapak yang sedang memancing ikan dan ketepatan pula ada yang dapat ikan, sontak saya bilang “itu ada yang dapat” dan sih bapak pengayuh kapal bilang “sepertinya ikan lele”
perlahan kapal kami menyusuri sungai dan disekitar kapal kita beberapa kali ada ikan yang meloncat serta banyak terlihat ikan sapu-sapu serta di tepian sungai tadi juga banyak terlihat kecebong dan juga kata bapak pengayuh kapal juga masih banyak ikan gabus, jadi menandakan bahwa nilai ekologi sungai Cisadane ini masih lumayan cukup bagus dan semoga semakin bagus apalagi melihat sungainya yang tenang dan tidak terlalu banyak sampah sehingga memberi gambaran taraf kesadaran hidup masyarakat di bantaran sungai sungai Cisadane sudah mulai bagus. 
Akhirnya kami harus menepi ke dermaga pertama kali kami naik yaitu dermaga di sisi timur dengan bangunan yang tersusun rapi dan bantaran kali dengan tanggul beton pas disisih jalan raya. ketika mendarat saya melihat lagi aliran sungai yang kita susuri, terlihat sisi barat sungai dengan perpaduan rumah dan tumbuh-tumbuhan yang masih tampak hijau serta air sungai pun langsung bertemu dengan tepian tanah merah daratan warga bantaran sungai Cisadane sebelah timur
Setelah mendarat didermaga, kami melanjutkan untuk jalan jalan ke Kuil Boen Tek Bio dan museum sekalian belanja karena dekat pasar. 
Dalam perjalanan pulang saya hanya terngiang, seandainya Cisadane bisa dikembangkan lagi menjadi area wisata, kama akan banyak warga secara ekonomi akan terangkat.
Ada yang berminat susur Sungai Cisadane? Kalau ada waktu dan sempat Ayuuuuk ajak saya dan bareng-bareng lagi! Siapa tahu banyak hal-hal yang bisa kita temukan. 

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2014/08/cisadane.html

Pulau Badul Banten

Pulau Badul, Untuk menuju Pulau Badul ini, kita bisa menyebrang menggunakan perahu dari Desa Sumur atau Desa Taman Jaya di Ujung Kulon. Dari kedua desa ini perjalanan akan memakan waktu mencapai sekitar 30 menit. Pulau Badul merupakan Pulau mungil lucu dengan hamparan pasir putih yang bersih ditambah perairan laut yang biru dan bening membuat semakin gemas. Pagi itu awak kapal memberitahukan bahwasannya sekramg kita Snorkeling di sekitar Pulau Badul, sayapun langsung bertanya-tanya “mana sih Pulaunya Kang?” maka sang awak kapal menunjuk sebuah pulau mungil dengan pasir putih dan tumbuhan rindang hijau di belakangnya “itu Pulaunya, Pulau Badul”, Wuih imut banget.

Pake alat snorkeling langsung JEBUUUR. selain air lautnya yang biru bening, terumbu karangnya lumayan bagus bervariatif, ikan-ikannyapun beragam dari yang gede sampai yang kecil, Wuih, hamparan terumbu karang  tersaji indah mengelilingi pulau ini. Karang-karang dan ikan-ikan cantik bewarna-warni menjadi hiasan saat berenang di permukaan air Pulau Badul ini. Terumbu karang di Pulau Badul terlihan masih sangat alami, begitu juga dengan ikan-ikan cantik yang ada di dalamnya, kemungkinan karena wilayahnya yang masih masuk dalam Taman Nasional Ujung Kulon sehingga kelestariannya masih tetap terjaga dengan baik.

Ombak disekitar Pulau Badul sangat kencang dan berarus membuat saya harus sangat berhati-hati saat berenang menikmati keindahan bawah laut. Karang-karang disekitar pulau Badul sangat banyak sehingga menjalar sampai tepi pulau dan seolah-olah sebagai benteng pertahanan yang mengelilingi pulau. Sebenarnya saya ingin mendaratkan kaki di pulau Badul, sehingga saya harus Snorkeling sekitar 30 meter karena Kapal tidak bisa berlabuh di tepi pantai tapi niatan itu saya batalkan karena cukup melelahkan dan membahayakan karena angin dan arus di pantai ini cukup kencang sehingga membuat saya terombang ambing di atas permukaan karang yang hanya beberapa jengkal. Saya tidak mau ambil resiko terbaret karang karena keegoisan saya yang ingin mencapai Pulau Badul karena saya ingat bahwasannya ini adalah acara bersenang-senang dan bukan sok-sok an untuk harus mencapai pulau.

Andai saja saya sampai di daratan Pulau Badulpun, pasti banyak terumbu karang yang hancul karena terinjak-injak oleh saya dan itu sangat mungkin karena mengingat arus yang deras dan angin yang sangat kencang. Saya rasa bermain-main di sekitar Pulau Badulpun sudah lebih dari cukup, melihat banyaknya terumbu karang dan ikan-ikan.

Taklukkan dirimu sendiri sebelum menaklukkan alam

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2015/08/pulau-badul-banten.html

Kepala Mampet Hidung Pusing

Sebenarnya pingin banget menulis tapi ni kepala mampet gak bisa mikir. haduuuh ngeliat kamar berantakan banget, rumah sudah kayak kapal pecah, apalagi ngerasain kepalaku yang cenat-cenut gak karu karuan, kok ya pusinggg banget yaa. ampuuunnn Tuhannn anugerahkan saya seorang yang mau dengan ihklas dan senang hati untuk saya tempiling dengan sabar dan sukarela.

Kemungkinan dengan menempiling orang kayaknya sakit kepala ini bisah pindah, lebih-lebih kalo yang saya tempiling itu gundulnya Bedul anak edan gak karuan itu, beuuuuuuhhh enak banget kayaknya.

Kalo seperti ini, rasanya saya butuh orang yang idealis dengan kata katanya Mahatma Gandi “kalo ditampar pipi kirimu, berikanlah pipih kananmu”. andai saja ada orang yang bilang “kalo ditampar pipi kirimu, berikanlah pipih kananmu” beuuuuhhh dengan senang hati saya akan menempilingnya bolak balik.

Kalo sakit kepala campurmasuk angin gini pinginnya minum-minuman daerah yang hangat dan bikin sueger seperti bajugur, bandrek, wedang jahe, wedang ronde, jamu beras kencur, jamu sinom sama mandi uap tradisional ala Sumatera “oukup” SPA ala Sumatera beuuuuuuuhhhhh!!!!!!! enak beud.

Oh oke, dengan sakit kepala ini sepertinya saya punya ide untuk menulis ramuan daerah-daerah yang bisa mengurangi sakit kepala atau kuliner yang bermanfaat bagi kesehatan nih

Tapi nanti ah masih mualesss. masih luaper, pinginnya nyemil Serabi Notosuman

By: Pusing dan Lapar

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2014/02/kepala-mampet-hidung-pusing.html

5 Tempat Wisata Yang Ada di Bekasi

Tempat Wisata di Bekasi – Bagi warga Bekasi dan sekitarnya sebenarnya tidak perlu jauh-jauh untuk mencari tempat liburan yang menyenangkan karena beberapa tempat wisata di Bekasi sebenarnya cukup menarik untuk dikunjungi, di Bekasi anda dapat mengunjungi air terjun, penangkaran buaya dan waterpark.

Sedikit informasi saja, nama Bekasi berasal dari kata Candrabagha yang artinya bagian dari bulan, namun dalam pelafalannya, Candrabagha sering disebut Sashibagha atau Baghasasi, dan karena adanya pengaruh Belanda pada waktu itu maka sering di tulis Bacassie yang kemudian berubah menjadi Bekasi sampai sekarang.

Tempat Wisata di Bekasi 

1. Air Terjun Parigi

Curug Parigi Bekasi
Di tengah kawasan industri dan perkotaan ternyata di Bekasi ada sebuah tempat wisata air terjun yang bisa anda kunjungi, yaitu Curug Parigi namanya. Meski tingginya diperkirakan hanya 2 sampai 4 meter saja tetapi curug ini banyak yang menyamakannya dengan Air Terjun Niagara di Amerika Serikat, menarik bukan? Bagi anda yang hendak berkunjung ke air terjun ini, lokasinya berada tidak jauh dari TPST Bantargebang.

2. Taman Buaya Indonesia Jaya

Taman Buaya Bekasi

Bagi anda yang hendak mengenalkan anak anda dengan salah satu hewan purba yang masih tersisa di dunia ini, anda bisa mengunjungi Taman Buaya Indonesia Jaya yang berlokasi di Desa Serang, Cibarusah, Bekasi. Taman Buaya yang berdiri sejak 90an ini memiliki beragam jenis buaya, mulai dari Buaya Muara, Buaya Sumatera, Buaya Irian, sampai Buaya Kalimantan.

3. Waterboom Lippo Cikarang

Waterboom Lippo Cikarang

Ingin berbasah-basahan di Bekasi juga bisa, anda dapat mengunjungi Waterboom Lippo Cikarang yang berlokasi tidak jauh dari pintu tol Cikarang. Anda pasti sudah mengenal tempat yang satu ini karena memang sudah sejak lama berdiri dan bahkan sering kita lihat stikernya di belakang kaca mobil.hehehe, Waterboom Lippo Cikarang ini buka setiap hari kecuali hari libur nasional dengan harga tiket 60 ribu – 95 ribu rupiah.

4. Go Wet Waterpark

Go Wet Waterpark Bekasi

Berbeda dengan Waterboom Lippo Cikarang yang sudah lama berdiri, Go Wet Waterpark ini adalah tempat bermain air yang baru di buka sekitar Februari 2015, lokasinya berada di dalam perumahan Grand Wisata. Go Wet di Bekasi ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 20.00 WIB dengan harga tiket 150 ribu – 225 ribu (Dewasa) dan 100 ribu – 175 ribu (Anak-anak).

5. Transera Waterpark

Transera Waterpark Bekasi

Satu lagi waterpark yang ada di Bekasi yaitu Transera Waterpark, tempat ini menyediakan berbagai wahana permainan yang juga cukup menarik seperti bumper car, bumper boat, aneka seluncuran, aneka kolam sampai wahana rumah hantu. Lokasi Transera Waterpark ini berada di kawasan Kota Harapan Indah Bekasi dan buka setiap hari dengan harga tiket 75 ribu – 125 ribu, bagi anda yang naik angkutan umum telah disediakan free shuttle bus dari gerbang Kota Harapan Indah menuju lokasi.

Sumber : http://edged-berlin.blogspot.com/2015/11/5-tempat-wisata-yang-ada-di-bekasi.html

Bali Semakin Gak Nyaman

Bali Semakin Gak Nyaman Oleh Oknum-Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab. Haddeeeh, hati ini sudah gak kuat ngeliat banyaknya oknum-oknum yang semakin brutal.
“Heee Bedul semprul?, kenapa sih kamu dari tadi ngomong-ngomong sendiri? kamu itu kesurupan apa ngigau?” tanya Panjul
“Enggak Njul, aku itu cuman masih kesel aja sama kejadian kemaren siang di kawasan objek wisata Danau Beratan, Bedugul”. Jawab Bedul sewot.
“Lah emang napah, bukannya kemaren kamu jalan-jalan seneng-seneng ke Danau Beratan Bedugul, sampai jingkrak-jingkrak seperti orang katrok ndeso kesa keso yang hidup di peradapan 200 tahun sebelum masehi, coba cerita dong?” pinta Panjul.

“Seneng apaan, ya aku jingkrak-jingkrak itu waktu mau berangkat, lah pas sudah sampai danau bedugul, baru turun mobil sudah dipalakin sama satpol PP, satuan preman dan perampok, di Danau bedugul” jawab bedul dengan mata berkaca-kaca.
“Ya ampun Tuhan syukur Alhamdulillah segala puji bagimu yang memberikan kenikmatan dan hidayah kepada bedul. emang ceritanya giman Dul?”Panjul dengan menengadakan kedua tangannya seraya bersyukur merasa gembira.
“Kepalamu GENDENG LEMBEK Njul, jadi wajar kalo denger cerita musibah seperti ini bukannya sedih malah gembira” jawab Bedul datar.
“Hehehehehehehe, canda Duuuuuul, masak aku tega banget sama kamu, terus kamu dipalakin berapa sama satpol pepe yang kamu maksud?, coba kamu cerita dehh!!” suruh Panjul lagi kepada bedul.
“Ya untungnya aku punya prinsip, jadi gak kena berapa-berapa”
“Lah, hebat banget kamu Dul, jadi kamu gak keluar uang sepeserpun ketika dipalakin?, coba gimana ceritanya”
“JANGKRIK, kamu bener-bener GENDENG PENCENG Njul, dari tadi nyuruh aku cerita tapi aku baru cerita dikit kamu tanya lagi-tanya lagi, jadi kapan aku ceritannyaaaa???????????????? haduuuuuuhhhhh, naik dara turun mesin aku jadinya. jawab Bedul dengan intonasi tinggi dan terakhir dengan jambakin rambutnya sendiri
“Hehehehehehehehe, sori mai prenn, aku cuman penasaran. yaudah kamu cerita dulu” kata Panjul dengan cengar cengir
“Jadi gini, waktu aku ke kawasan objek wisata Danau Beratan Bedugul, ada operasi gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pariwisata, Kepolisian dan asosiasi industri wisata untuk memeriksa izin operasi kendaraan pengakut wisatawan dan pramuwisata. tapi masalahnya bukan disitu, kalo soal itu sih aku senang-senang saja, masalahnya ada oknum yang menyalagunakan kegiatan baik seperti itu, apalagi oknum itu berpakain resmi dan bener-bener bagian dari mereka karena sudah keliatan akrab dan familiyar (edited) sesama anggota operasi tim gabungan. jadi ketika itu, aku dan teman-teman lainnya baru sampek parkiran Bedugul, eeehh baru turun mobil dah didatangi petugas dari ………, dia berdiri dan hormat sambil mengucapkan salam pembuka “sarapan siang pak?” eh sorry, dia bialang “selamat siang pak?” gitu. terus nerangin bahwasannya hari ini ada operasi gabungan dan mau memeriksa kelngkapan surat-suratnya dan dia tanya ke aku, “maaf pak, ini yang nyupir ada hubungan saudara gak?” ya aku jawab ada pak. Terus dia tanya lagi”ini mobil punya siapa pak?” ya aku jawab “punya orang pak”, eeh dia jawab lagi “punya sendiri atau orang lain?”saya sewa pak sama orang lain”
“Coba saya liat surat-suratnya” kata bapak itu, ya terus aq kasih sim ama STNK nya.
“Coba surat izin sewa mobilnya” kata bapak itu lagi.
“Ya saya gak bawa pak, ini saja yang nyewa bukan saya tapi kantor saya, ini nyewanya juga bukan sama travel tapi sama temen sendiri.
“Jadi gini, inikan ada pemeriksaan gabungan, dari pada nanti ditilang mending satu rombongan kasih daah lima ratus” kata bapak itu
“Emmmmm, lima ratus, lima ratus apa ya pak?” tanyaku sembari bingung
“Ya lima ratus ribu” jawab bapak itu, (ya aku sih da tau kalo lima ratus ribu, masak limaratus perak atau limaratus juta, tapi maksud aku itu buat apa?).
“Maaf pak, itu bayar buat apa yaaa?” tanya aku”
“Itu coba, banyak yang gak bawa surat izin, guide atau travel jadi ditilang disana” bilang bapak itu sambil nunjuk kerumunan orang.
“Iya pak, tapi waktu kita sewa mobil ini juga gak dikasih surat seperti yg bapak maksud sama pemilik mobil dan kok lima ratus ribu bayarnya ya pak?”
“Yaaa sebenarnya ini bisnis sih tapi kalo gak mau ya sudahlah, ditilang saja ayok sana ikut saya” jawab bapak itu agak sewot, mungkin ngeliat tampang begok aku yang gak bisa diajak negosiasi”
“Ya sudah pak, gak papa ditilang saja yg resmi” dalan hati ni ya Njul, jangankan kamu tilang, kamu cegurin aku ke danau bedugul loh aku mau, dari pada bayar lima ratus ribu, ogah bangetttttt. ya secara akal, UMR (upah minimum Regional) bali saja masih Rp 1.300.000. terus dibuat bayar tilang Rp 500.000 sisa Rp 800.000, buat bayar kontrakan Rp 500.000 sisa Rp 300.000, terus buat biaya hidup sehari-hari, makan 2 kali sehari habis Rp 12.000, beli minumnya Rp 2.000, buat biaya bensin kekantor Rp 5.000. jadi total biaya per hari aku Rp 19.000, itu sudah ngirit sampai cepirit banget. lah kalo duit tinggal Rp 300.000 dibagi Rp 19.000 per hari ya cuman sampai buat 16 hari doang sudah gak sampai, lah terus dari tanggal 16 sampai tanggal satu bulan depan aku makan ikut siapa, ya kalo gini mending cemplungin ane bae' pak ke danau sambil ngambang.

Akhirnya aku sama temen temen ngikut saja ke posko penertipan untuk ditilang dan dibuatkan surat tilang atas nama Satuan Polisi Pamong Praja per tanggal 06-fubruari-2012 dan akan mengikuti sidang tanggal 19 februari 2012, dan aku bilang kesupirnya “sudah gak papa ditilang saja dan serahkan semua berkas yang mereka mau” ………ssssttttt  suasana hening ssstttttt……………

“Sudah ni ceritanya?” tanya panjul
“Belum Njul, masih panjang, yang jelas aku gak enak banget sekali sama tamu yang aku bawa, mereka jadi ikutan BT, dan ngomel-ngomel, ya aku cuman bisa meredam redam saja, ya sebaiknya kalo ditilang ya ditilang saja dan diserahkan kepada yang berkewajiban, gak usah dinego dulu dan diajak sogok menyogok, nanti kalo aku jengkel tak sogok sama bambu runcing lho”

“Ya kenapa gak kamu kasih aja lima ratus ribu, toh dananya kan bisa diganti kantor dan gak pake uangmu” jawab Panjul santai sambil cengar cengir
“He Panjul Sempruuuul, memang aku bodoh, aku bukan orang kuliahan tapi kalo kuli bangunan sih iya, tapi aku masih punya hati nurani. INI BUKAN MASALAH UANG DAN HARTA, TAPI INI MASALAH MORAL kasian bangsa kita kalo ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab”. jawab Bedul dengan gagah dan aura pejuang sembari perpose melihat gambar dan pajangan dinding yang berada dikamar Panjul, yaitu lambang garuda pancasila, hamparan merah putih dan deretan poster-poster Ki Hajar Dewantara, Haji Ahmad Dahlan, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Cut Nyak Dhien, RA Kartini, Kapten Pierre Tendean, Martha Christina Tiahahu dan poster-poster pahlawan lainnya sembari hormat dan tatapan mata seorang anak bangsa “T” “V”, “kasian para pahlawan yang sudah menyayat kulit dan tulangnya demi kemerdekaan bangsa ini, tapi kita sebagai penerus dan sebagai orang yang diperjuangkan malah kurang ajar melebihi penjajah, Terrrrlaaaluuuh (gaya Roma Irama), aku sedih Njul……ngiiiingggggg…. marilah kita berdoa untuk jasa para pahlawan kita. Mengheningkan cipta, mulai”.
“Waduh Dul, emang aku salut banget sama kamu, aku bener-bener bangga punya teman seperti kamu meskipun kamu suka ngutang duit ma aku”. jawab panjul sambil menepuk pundak Bedul.
“Yang lebih memilukan lagi Njul, bahwa setelah kejadian itu besoknya media-media menginformasikan DENGAN BAGUS serta tidak tau kalo kegiatan itu ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. dan iformasi yang disebarkan oleh media-media kurang lebih sebagai berikut Njul

“Lokasi pertama yang di sasar adalah kawasan objek wisata Danau Beratan, Bedugul. Pemeriksaan pada lokasi pertama ditemukan pemandu wisata yang tak memiliki kartu tanda penduduk dan seorang tanpa berpakaian (Telanjang kali yaaaa?)

Pemandu yang diperiksa ada 14 orang oleh tim gabunganyang telah bergerak sejak pagi hari. Sedangkan sopir kendaraan pengakut wisatawan yang diperiksa sebanyak 45 orang

Hasil pemeriksaan diketahui jika sebanyak 21 memiliki surat operasional yang lengkap, sisanya sebanyak 24 beroperasi tanpa izin sah.

Setelah bergerak dari lokasi pertama, rencananya akan dilanjutkan menuju kawasan kedua yakni objek wisata Tanah Lot”

Bersambung…………………………………………………………………………………………………………………..

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2013/02/bali-semakin-gak-nyaman.html

liburan murah

PAKET WISATA PROMO 2015  

 Paket Wisata Promo Bali 

 Paket Wisata Promo Lombok 

Paket Wisata Promo Malaysia 

Paket Wisata Promo Singapore 

Paket Wisata Promo Karimun Jawa 

Paket Wisata Promo Jogjakarta 

Paket Wisata Promo Bandung 

Paket Wisata Promo Bangkok 

Paket Wisata Promo Raja Ampat 

Paket Wisata Promo Belitung 

Paket Wisata Promo Phuket 

Paket Wisata Promo Korea

Sumber : http://traveloista.blogspot.com/2015/02/blog-post.html

Pesona Citerjun Banten

Citerjun yang misterius, dalam kejauhan engkau menyapa dengan kerindangan pepohonan serta segumpal pantai pasir putih.

 Citerjun, Masih di kawasanTaman Nasional Ujung Kulon Banten, entah nama Pulau atau nama Air Terjunnya, yang jelas saya belum tau banyak dan bodohnya lagi, saya tidak menanyakannya pada waktu itu kepada Nakoda  kapal yang menunjukkan kepada saya destinasi ini. Sang Nakoda kapal hanya memberitahukan “selain air terjun di Cimayang, perjalanan berikutnya menuju Citerjun”.

Didalam sebuah Pulau yang saya yakin amat sangat jarang dikunjungi wisatawan inilah ada sebuah airterjun tersembunyi. Sekilas hanya kelihatan pepohonan yang rimbun dan beberapa bidang pasir putih yang menjorok keluar, ternyata tidak jauh dari bibir pantai tersebut terdapat sebuah air terjun, mungkin nama Citerjun adalah nama Air Terjun ini atau orang-orang terbiasa menyebutnya dengan curug. Mengapa asumsi saya mengenai Citerjun adalah nama Air Terjun dan bukan nama Pulau?, karena Citerjun sendiri mempunyai arti Ci adalah Air dan Terjun adalah Terjun itu sendiri, sehingga Citerjun juga mempunyai makna sebuah Air Terjun juga.
Seperti biasa, kali ini kapal kami menurunkan jangkarnya berjarak kurang lebih 40 meter sampai dengan 50 meter dari bibir pantai sehingga kami harus bersenorkeling ria untuk menjangkau bibir pantai. Air lautnya sungguh biru dan jernih, ketika saya bersenorkeling, hanya beberapa ikan yang bisa saya temui, entah mengapa, semakin dekat dengan bibir pantai, kualitas dari terumbu karangnya semakin kurang bagus. Setelah kami mendarat di tepian pantai pasir putih itu, kami melihat banyak pecahan karang yang bercampur pasir putihnya sehingga harus hati hati menginjakkan kaki. Melihat pepohonan dan dan suasananya, kami yakin tempat ini jarang dikunjungi. Kurang lebih saya berjalan dua puluh meteran untuk menemukan air terjun mungil itu. Dengan berjalan berhati-hati karena takut menginjak pecahan batu terumbu karang yang bisa melukai kaki, saya sedikit masuk kedalam rerimbunan di pepohonan pulau itu dan barulah menemukan air terjun yang kami maksud.
Airnya mengalir dan terjun begitu tenang ke dalam subuah kolaman, sehingga menghidupkan rasa penasaran saya untuk mandi di kolaman itu sekaligus mencicipi rasa airnya, hehehehe. Entah mengapa, setelah beberapa pijakan kaki saya masuk kolaman air itu, tiba-tiba saya kehilangan semangat untuk mencoba mandi di kolaman air terjun mungil itu, mungkin karena suasananya yang agak kurang oke barang kali. Kolaman dari air terjun itu tidak seperti kolaman pada air terjun sebelum belumnya, yang biasanya terdiri pasir atau bebatuan. Kolaman di air terjun ini agak bercampur lumpur dan sepertinya lumpur di kolaman ini akibat dari endapan dedaunnan yang rontok dan tertimbun beberapa lama, sehingga bila kita menapakkan kaki kita di kolaman tersebut maka kaki kita akan sedikit masuk atau ambles beberapa centi meter kedalam tanah kolaman tersebut itu.
Tak lama kemudian datanglah teman teman saya sekapal dan kami bersama-sama sedikit menjelajah pulau tersebut, sebenarnya pulau ini asik juga dengan pepohonan yang rindang dan air yang jernih, hanya saja yang membuat saya agak kurang nyaman adalah pecahan-pecahan batu karang yang menutupi hampir semua pesisir pantai pasir putih tersebut. Andai saja suatu saat diterjunkan beberapa orang untuk membersihkan pecahan-pecahan batu karang tersebut, mungkin lain sudah ceritanya.

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2015/10/plecing-kangkung-dan-terung-lumur.html

Warisan Kebesaran Kerajaan Majapahit

Di sinilah kita bisa mereka-reka serta berimejinasi mengenai kebesaran dan kegagahan dari sebuah kerajaan terbesar di Nusantara lebih dari 700 tahun yang lalu. inilah sisa-sisa dari bangunan yang bersejarah akan kemegahan kerajaan yang berada di tanah air kita, ini adalah sebagai saksi bisu yang menceritakan kepada anak cucu kita beta besar dan agungnya peradaban bangsa kita di masa lampau, sebuah kerajaan terbesar di Indonesia yang lebih dari 700 tahun lalu. Ya, inilah situs Kerajaan Majapahit dari masa abad  XIII – XV Masehi. Berlokasi di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Trowulan adalah satu-satunya situs kota di Indonesia yang luasnya mencapai 11 x 9 km 99 km² dan menyimpan ratusan ribu peninggalan arkeologis, baik yang sudah ditemukan maupun yang masih terkubur. Berwisata ke tempat ini bukan sekedar liburan, namun Anda juga bisa menapaki sejarah besar dari sebuah kerajaan yang menjadi inspirasi Bangsa Indonesia tentang “Persatuan Nusantara”. Selain itu Anda akan mengetahui bagaimana tingkat peradaban di Trowulan di masa Majapahit, mulai dari sistem pemerintahan, perdagangan, hubungan luar negeri, teknologi, arsitektur, pertanian, hingga seni kerajinan.
Kerajaan Majapahit berdiri 1293 M setelah runtuhnya Kerajaan Singosari. Didirikan oleh Raden Wijaya, awalnya berpusat di daerah Hutan Tarik yang banyak terdapat Pohon Maja yang buahnya pahit, oleh karena itu dinamakan Majapahit. Raden Wijaya sendiri adalah menantu Raja Singosari yaitu Kertanegara dari garis keturunan Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari. Dia menjadi raja pertama Majapahit hingga 1309 M.
Kebesaran Majapahit mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada yang mengikrarkan Sumpah Palapa untuk mempersatukan Nusantara. Majapahit berhasil merangkai jejaring perniagaan lokal dan regional dengan komoditi beras dan hasil bumi yang ditukar dengan rempah-rempah, keramik, dan tekstil. Mata uang yang digunakan adalah uang gobog dan uang ma dari emas atau perak, uniknya mata uang Cina dari Dinasti Tang, Song, Ming, dan Qing berlaku juga di Majapahit. Dalam kehidupan beragama terjadi penyatuan agama Siwa dengan Budha, selain berkembang agama Karesian dan Islam. Hal ini menunjukan Majapahit sebagai negara multikultur dan masyarakatnya hidup damai dengan berbagai aliran kepercayaan secara harmonis. Majapahit mengalami pasang surut akibat perebutan tahta di kalangan keluarga raja hingga akhirnya mengalami keruntuhanya abad XV M.
Bangunan keraton Majapahit diperkirakan seperti rumah bertingkat dengan atap dari kayu tipis, tembok dari bata, lantainya dari anyaman tikar pandan atau rotan. Sementara rumah penduduk umumnya dari atap jerami. Situs-situs di Trowulan telah dipugar untuk menjaga keindahannya. Situs Trowulan ini ramai pengunjung terutama hari Sabtu-Minggu dan liburan sekolah. Setiap harinya rata-rata 50-an orang pada hari-hari biasa dan rata-rata 170-an orang pada hari liburan dan liburan sekolah.
Situs Trowulan sendiri pertama kali muncul dalam literatur berjudul “History of Java I” yang ditulis Sir Stamford Raffles tahun 1817. Raffles mengatakan bahwa nama Trowulan berasal dari Trang Wulan atau Terang Bulan. Saat ditemukan seluruh situs ini tertutup hutan jati yang cukup lebat, sehingga dia tidak terlihat sebagai sebuah kota klasik.
Situs kota kota klasik Trowulan dibagi beberapa segmen yang memperlihatkan perannya dimasa lalu. Dibangun dengan pola ruang kanal air diduga ada hubungannya dengan konsep mandala yang digunakan sebagai acuan dan dasar pembagian kosmologis kota ini. Kolam Segaran membuktikan hal tersebut tak ubahnya bagai telaga di tengah kota. Berdasarkan sketsa rekonstruksi Kota Majapahit dan foto udara memperlihatkan kota lama ini memiliki sistem kanal pengairan untuk drainase dan pasokan air yang dibuat dalam garis lurus memanjang barat laut-tenggara dan timur laut-barat daya.

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2013/09/warisan-kebesaran-kerajaan-majapahit.html

6 Tempat Wisata Yang Layak Dikunjungi di Indramayu

Tempat Wisata di Indramayu – Kabupaten Indramayu yang memiliki julukan sebagai “Kota Mangga” ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi anda yang sering melewati jalur pantura, namun tahukah anda apa saja tempat wisata yang ada di Indramayu? Nah, bagi anda yang belum tahu mungkin tempat berikut ini bisa menjadi tujuan wisata yang menarik saat berkunjung kesana.

Sekilas Indramayu

Indramayu adalah salah satu Kabupaten di provinsi Jawa Barat yang dilintasi jalur pantura, Kabupaten ini terdiri dari 31 kecamatan dengan luas wilayah 204.001 Ha atau 2.040.110 km persegi. Secara geografi, Kabupaten Indramayu terletak pada posisi 107° 52´ – 108° 36´ BT dan 6° 15´ – 6° 40´ LS dengan panjang garis pantainya 147 km.

Tempat Wisata di Indramayu

1. Pulau Biawak

Pulau Biawak merupakan kawasan konservasi yang terletak sekitar 50 km dari daratan Indramayu, pulau yang bernama asli pulau rakit ini lebih kenal dengan nama pulau biawak karena di sini terdapat cukup banyak biawak dengan berbagai ukuran. Karena kekhasannya tersebut pulau biawak menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup menarik di Indramayu.

2. Pantai Tirtamaya

Pantai Tirtamaya adalah salah satu destinasi wisata andalan di Indramayu yang selalu dipadati pengunjung saat liburan hari-hari besar, lokasinya terletak di tepi jalan raya Indramayu-Cirebon tepatnya di Kecamatan Juntinyuat atau sekitar 16 km dari pusat kota.

3. Pantai Balongan Indah

Pantai Balongan Indah juga tidak kalah menarik untuk anda kunjungi saat berada di Indramayu, lokasinya terletak di Kecamatan Balongan. Meskipun tidak sebagus pantai selatan, Pantai Balongan bisa menjadi alternatif anda untuk menikmati wisata di Indramayu.

4. Hutan Mangrove Pantai Karangsong

Jika ingin menikmati wisata yang berbeda di Indramayu anda bisa mengunjungi pantai karangsong yang terletak di Kecamatan Indramayu, disini terdapat kawasan konservasi hutan mangrove yang bisa anda jelajahi dengan menggunakan perahu dan jalan kaki.

5. Taman Banjar

Taman Banjar adalah wisata alternatif lainnya yang bisa anda sambangi di Indramayu, karena tempat yang satu ini mempunyai keunikan tersendiri dengan adanya koloni kera yang konon selalu berjumlah 41 ekor sejak zaman dahulu. Lokasi objek wisata Indramayu ini berada di Kecamatan Jatibarang.

6. Waterboom Bojongsari

Waterboom Bojongsari yang terletak di Desa Bojongsari, Kabupaten Indramayu bisa menjadi pilihan berikutnya jika anda ingin mengajak keluarga berenang. Waterboom ini memiliki beberapa jenis kolam, seluncuran serta wahana lainnya yang bisa anda mainkan.

Sumber : http://edged-berlin.blogspot.com/2015/12/6-tempat-wisata-yang-layak-dikunjungi.html