Karangantu Sebagai Pelabuhan Besar Di Jawa

Sebelum datangnya kolonial Belanda. Pelabuhan Karangantu merupakan pelabuhan utama Kesultanan Banten yang pernah didatangi kapal-kapal dagang dari Cina, Arab, Turki Portugis, Inggris bahkan Belanda datang pertama kali ke pulau Jawa pada tahun 1596 melalui pelabuhan ini juga dan Pada abad XVI-XVII Banten merupakan pusat perdagangan rempah-rempah yang cukup besar di Asia Tenggara sehingga menjadikan Karangantu sebagai pelabuhan besar di Jawa pada saat-saat itu.
Dalam buku “Mengenal Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kota Banten Lama” oleh Uka Tjandrasasmita, Hasan M Ambary, dan Hawany Michrob tercatat bahwa Tom Pires, seorang pedagang yang juga ahli obat-obatan dari Portugal mengemukakan bahwa Pelabuhan Karangantu merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Sunda Kelapa di Jayakarta, begitu juga menurut Cornelis de Houtman asal Belanda pada tahun 1596 Banten disebut Kota Pelabuhan dan Perdagangan yang sama besar dengan Kota di Amsterdam saat itu, sama pula yang diungkapkan oleh Vincent Leblanc asal Perancis waktu tiba di Banten pada abad 16.
Ada beberapa mitos mengenai nama Karangantu sendiri, mitos pertama menyebutkan tatkala itu pihak Belanda memberikan peti-peti berisi hadia kepada Sultan sehingga peti-peti tersebut dibawa di hadapan sultan, sebelum dibuka, sultan mempunyai firasat dan keahlian mengetahui sebelum hal-hal yang belum terjadi atau weruh sak jeruning winarak bahwa peti-peti tersebut berisi penyakit atau antu dalam bahasa keseharian masyarakat sekitar, sehingga sultan memerintahkan untuk membuang peti-peti tersebut diantara karang-karang dekat pelabuhan sehingga bernama pelabuhan Karangantu. Begitu juga dengan mitos lainnya yang menyebutkan pada waktu itu ada seorang Belanda yang membawa guci berisikan hantu. Hingga suatu hari guci itu pecah dan hantu yang di dalamnya keluar. Mulai saat itulah pelabuhan yang telah berganti menjadi kampung nelayan ini diberi nama Pelabuhan Karangantu. Namun bila mitos ini benar-benar kita percayai, berarti pelabuhan tersebut mempunyai nama tersendiri sebelum pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Karangantu.
Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa sebelumnya Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan yang sangat besar dan Belanda sudah menimbun pelabuhan tersebut untuk dialihkan ke pelabuhan yang baru dibuat oleh Belanda, akan tetapi pelabuhan tersebut masih saja rame dan suatu ketika terjadilah wabah penyakit di sekitar pelabuhan tersebut dan pihak Belanda memerintahkan agar masyarakat sekitar Pelabuhan untuk berpinda karena diperkirakan antu atau penyakit yang menyerang ada diantara karang-karang yang berada dipelabuhan sehingga sisa-sisa pelabuhan yang ada sekarang disebut Pelabuhan Karangantu
Pada tahun 1991 pelabuhan ini pernah dikeruk agar kapal-kapal yang bertonase besar dapat masuk dan sampai sekarang pelabuhan ini masih dimanfaatkan untuk pelabuhan dan pusat perdagangan ikan, khususnya untuk daerah Serang sendiri, namun masih jauh bila dibilang bahwa pelabuhan Karangantu saat ini merupakan Pelabuhan yang selayaknya. 
Meskipun kondisi Pelabuhan Karangantu ini belum terasa optimal, akan tetapi Pelabuhan ini memiliki kharisma tersendiri, selain menjadi saksi sejarah bahwa Pelabuhan Karangantu adalah salah satu pelabuhan yang sangat terkenal pada zamannya, Pelabuhan ini juga menjadi tempat awal para bangsa Barat pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara ini Sehingga Pelabuhan Karangantu dapat dibilang sebagai salah satu titik awal perkembangan peradaban di Indonesia serta dilihat dari sudut geografi dan ekonomi, Banten merupakan kota pelabuhan yang penting karena letaknya yang strategis dalam penguasaan Selat Sunda. 
Pelabuhan Karangantu sekarang sudah diresmikan menjadi peninggalan sejarah dan sebagai tujuan wisata, mengingat lokasinya  yang  cukup strategis karena terletak tidak jauh dari objek-objek wisata di Banten seperti Masjid Agung Banten, Keraton Kaibon, dan lain-lain di Kecamatan Kasemen, Serang – Banten. Pelabuhan Karangantu ini pada setiap Bulan Oktober atau November setiap tahunnya diselenggarakan kegiatan Pesta Ruat Laut sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Selain itu pelabuhan Karangantu menjadi Pelabuhan para wisatawan untuk mengunjungi pulau-pulau yang letaknya tak jauh dari sana seperti Pulau Burung, Lima, Pisang dan Pulau Tunda yang terkenal serta Pulau-Pulau lainnya.  Selain pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pantai, pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pemandangan bawah lautnya.

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2013/04/karangantu-sebagai-pelabuhan-besar-di.html

Memperingati HUT Kota Bima ke-11


Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Bima yang ke 11 Pemerintah Kota Bima menggelar acara makan gratis bersama di sepanjang jalur amahami sampai ke pantai lawata, Pemerintah Kota juga telah menyediakan stan-stan disepanjang jalan tersebut untuk ditempati oleh masing-masing Kelurahan, Dinas-Dinas atau kelompok yang telah ditentukan sebelumnya, namun central perayaan ini terpusat di lapangan tugu Amahami yang dihadiri oleh pejabat-pejabat Kota Bima serta tokoh masyarakat.  
Diiringi musik Qasidah rebana dan hiburan ringan lainnya mengundang perhatian para pengguna jalan sehingga banyak yang datang untuk bergabung ditempat ini dan tentunya panitia juga telah menyediakan berbagai macam sajian hidangan untuk siapa saja yang datang ke perayaan ini.
 
Perjalanan Kami teruskan ke arah selatan atau yang mengarah ke Pantai Lawata, jangan ditanya bagaimana suasana jalan raya saat malam perayaan tersebut sangatlah padat merayap, kendaraan hampir tidak bisa bergerak saat melewati POM bensin Amahami dikarenakan penumpukan kendaraan yang keluar dari Pom Bensin dan yang datang dari arah soncotengge sehingga semua kendaraan bertemu pada satu jalur, namun salut buat Pak Polisi yang telah bekerja keras karena walaupun kendaraan sangat padat tetapi tidak terjadi kemacetan yang parah  sehingga arus kendaraan tetap ramai lancar, juga hampir disemua titik amahami Polisi disiagakan untuk menjaga keamanan sehingga masyarakatpun merasa aman untuk memarkir kendaraannya.
 
Karena begitu padatnya kendaraan sehingga Kami mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan sampai ke Lawata, Kamipun berbalik arah dan mampir diseputaran Amahami lagi, walaupun sedikit kecewa tidak bisa melihat kemeriahan sampai Lawata namun suasana Amahami dekat dermaga tidak terlalu membosankan ditambah pacaran cahaya kembang api yang ditembakkan menjadikan suasana meriah. 
karena kami tidak sampai ke rencana awal yaitu ke Lawata, Kami hanya dapat fotonya keramaian dari belakang…
(Sorry ya kalo fotonya kurang bagus karena masih dalam tahap belajar….hehe)
Semoga acara seperti ini akan tetap ada setiap tahunnya yaa.., karena ini juga termasuk wisata untuk masyarakat Bima, juga untuk saling bersilaturrahim antara sesama menguatkan tali persaudaraan Ndai Mbojo, apalagi mengusung tema makan gratis tentu akan ramai bukan..!! mudah-mudahan juga selalu ada evaluasi dan perbaikan disetiap tahunnya untuk perayaan HUT Kota Bima ini agar ditahun berikutnya bisa lebih baik lagi ya..Amin,
DIRGAHAYU KOTA BIMA YANG KE-11.

Sumber : http://wisata-bima.blogspot.com/2013/04/memperingati-hut-kota-bima-ke-11.html

Cara Ini Bisa Membuat Liburan Kamu Dibayar

Setiap orang yang berlibur pasti ingin merekam perjalanannya dengan sempurna, bahkan bagi sebagian orang membagikan kisah perjalanan tersebut merupakan memiliki arti sendiri.

Misalkan kamu berpetualang ke Suku Pedalaman Baduy dimana jarang orang yang mengunjungi tempat tersebut, kami pasti dengan bangga akan menceritakan perjalanan tersesbut ke semua orang dan menantikan bagaimana semua orang memberikan pertanyaan balik seakan akan kamu adalah Konsultan Wisata untuk perjalanan ke Baduy.

Tahukah kamu dengan menulis Travel Diary dan membagikan ke semua orang secara tidak langsung akan menjadikan kamu seorang Travel Consultant. Orang yg tertarik membaca cerita kamu akan membuat ketertarikan orang tersebut untuk bertanya segala hal yg berhubungan dengan perjalanan yang kamu ceritakan.

Dan bukan tidak mungkin kamu bisa meReview Rumah Makan, Hotel,Lokasi Wisata dan merekomendasikannya dan berujung kamu bisa mendapatkan uang dari kegiatan tersebut.

Misalkan banyak orang yg sudah membaca Travel Diary kamu, pada saat kamu akan melakukan perjalanan liburan tertentu, kamu bisa menawarkan kepada mereka Jasa Review Rumah Makan,Lokasi Wisata,Hotel dll di kota yang akan kamu lalui. Bahkan bukan tidak mungkin kamu akan melakukan perjalanan sesuai dengan pesanan Review dari para pelaku bisnis wisata yang bisnisnya ingin kamu promosikan.

Semua itu bisa menjadi kenyataan dengan feature My Travel Diary dari TRAVELOISTA.COM dimana kamu bisa merencakan liburan kamu dan kemudian menuliskan detail perjalanan kamu serta mengupload foto dari Hari Pertama hingga terakhir.

So, sudah saatnya liburan kamu berbalik tidak lagi mengeluarkan uang tetapi menghasilkan uang

Salam,
Eveline

Sumber : http://traveloista.blogspot.com/2015/05/cara-ini-bisa-membuat-liburan-kamu.html

Pulau Tunda

Pagi itu terasa salah tingkah dan andrenealin terpacu bersemangat di Pelabuhan Karang Antu Banten, menunggu persiapan kapal yang akan berlayar menuju Pulau Tunda, pulau yang sudah saya idam-idamkan, sembari menunggu persiapan kapal selesai, saya menyempatkan diri memotret kapal-kapal yang merapat ke pelabuhan Karangantu sambil bercakap-cakap dengan penduduk lokal yang ramah-ramah dan baik hati. Penduduk lokal setempat menceritakan mengenai pelabuhan Karangantu dan tempat-tempat bersejarah di Banten, wow keren juga ni bapak, sayang saya sudah lupa dengan nama beliau hehehe.

Tidak terasa sudah berapa lama kita di atas kapal, kami bercanda tertawa satu sama lainnya, sambil makan cemilan yang sudah disiapkan dari awal, salah satunya adalah rujak manis, heem baru kali ini rasanya makan rujak diatas kapal, terasa pedas, asam, asin dan manis beserta tiupan angin bercampur dengan guncangan-guncangan pelan akibat sensasi diatas laut huuuuuhhhff sexi sekaliii hehehe.

Tidak berapa lama kamipun berhenti kurang lebih 20 meter dari bibir pantai pulau Tunda, dengan wajah dan muka bego saya bertanya-tanya “ooh kita berhenti disini yaa? kita mau snorkling disini ya?” hehehe padahal dalam hati sudah melonjak kegirangan karena melihat terumbu karang dari atas kapal sangat cantik-cantik dan terhampar air biru yang jernih serta pemandangan pulau yang tampak hijau di sekitarnya

susah diungkapkan untuk keindahan bawah laut Pulau tunda, banyak ikan bergerombol dan terumbuh karang dengan segala bentuk, mulai dari yang besar maupun yang kecil, dari yang sehat maupun yang mati.

Namun masih saya acungi jempol bahwa terumbu karang didaerah sekitar Pulau tunda masih terawat, ini merupakan sebuah pertanda bahwa dedikasi masyarakat setempat dalam merawat kekayaan alam laut masih tinggi, saya juga tidak melihat sampah di laut, jadi baiklah, ini snorkling yang sangat menyenangkan. Saya merasa gemes dengan ikan-ikan yang ada,

Kebanyakan dari ikan-ikan yang ada masih malu-malu, jarang ada yang mau mendekat dengan kita meskipun sudah kita kasih makan, tapi giliran kita sudah pergi, mereka pada ngerubutin #makanannya, ini merupakan sebuah tanda baik, berarti ikan-ikan disini belum terbiasa dengan pendatang yang berarti tingkat kunjungan pendatang yang bercengkramah dengan si ikan masih sedang-sedang saja atau bisa jadi sih ikan trauma dengan orang-orang yang snorkling dan menginjak-injak terumbu karangnya hehehe “#gak #penting”.

Oh iya, katanya kalo pas bulan-bulan antara Juli hingga September banyak lumba-lumba yang terlihat diarea perairan Pulau Tunda, ikan lumbah-lumbah itu seolah-olah mengitari pulau.

Pulau Tunda  yang secara administratif merupakan sebuah pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Propinsi Banten dan terletak di Laut Jawa, sebalah Utara Banten. Di pulau Tunda ini hanya terdapat satu Desa yakni Desa Wargasara yang terdiri dari dua kampung, Kampung Barat dan Kampung Timur, lumayan juga kalo kita mau menjelajah dua kampung tersebut.

Berikut hidangan makanan di Pulau Tunda, masakannya enak dan didominasi oleh ikan-ikan segar, setiba kami setelah snorkeling langsung disambut oleh kelapa muda yang rasanya manis dan airnya segar sambil di temani jajanan khas Pulau Tunda, kalo gak salah ingat nama makanannya adalah kue Bontot, kue yang gurih ditambah cocolan sambal kacang sehingga tambah nikmat, heem muantap. Istimewanya lagi, meskipun lokasi kampung dekat dengan pantai, sumur-sumur di pulau ini memiliki air yang tidak asin, kemungkinan karena banyak tumbuhan dan pohon bakau sehingga bisa menetralisir air laut, sehingga bermanfaat untuk konsumsi sehari-hari dan lebih asiknya, anda tak perlu repot untuk berbilas sehabis senorkeling

Selain snorkeling Pulau Tunda juga menjadi tempat yang keren untuk memancing, suatau hari nanti kao saya kepulau Tunda lagi akan diajak mancing sama bang Ocid, penduduk asli Pulau Tunda yang keren abis. kata beliau Ikannya gede-gede dan masih segar serta hasil tangkapan bisa langsung dibakar dan nikmati langsung.

Setelah makan dan sedikit berkeliling-keliling Pulau, saya menemukan beberap anak yang asyik main main di pesisir pantai, riang gembira berloncatan dari atas kapal
Akomodasi
Saat berkeliling, saya belum belum menemukan adanya penginapan atau hotel di Pulau Tunda namun setelah bertanya-tanya ternyata ada homestay milik penduduk lokal yang bisa disewa dan dengan maraknya wisata Pulau Tunda, maka sudah bermunculan beberapa penginapan sederhana yang cukup nyaman. Harga penginapan untuk per malam adalah Rp300-500 ribu. Satu penginapan dapat menampung hingga 25 orang. Makanan dapat disediakan juga oleh penduduk setempat dengan biaya tambahan.

Uniknya lagi, di Pulau Tunda ada pengrajin pembuat kapalnya juga lhoo, kapal kapal itu terbuat dari kayu, dan pengrajin pada saat itu sedang membuat dua sampai dengan tiga kapal kayu yang ada di pulau Tunda

Pulau Tunda, Meskipun sebuah daerah terpencil, Pulau ini memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa, baik lingkungan maupun alamnya. Oleh karena itu, Pulau Tunda ini layak dimasukan kedalam tujuan wisata yang harus anda kunjungi di Banten.
Transportasi
Dari Jakarta dengan perjalanan darat Anda dapat mengarahkan perjalanan melalui Tol Kebon Jeruk-Merak untuk kemudian keluar di pintu Tol Serang Timur dan dilanjutkan perjalanan ke dermaga Karangantu. DI sana Anda dapat menyewa perahu dari Palabuhan Karangantu. Perahu berkapasitas maksimal 25 penumpang itu tarifnya Rp2,5-3 juta untuk perjalanan pulang pergi.

Tak terasa sudah sore, dan waktunya kembali pulang, dengan cukup puas, perjalanan pulang kami ke dermaga Karangantu ditemani senja dan berpapasan dengan dengan kapal-kapal yang lain

PULAU TUNDAAAAA, AKU KAN KEMBALI LAGIIII

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2014/09/pulau-tunda.html

Most Popular Attraction in Singapore

Singapore can be dubbed as anything from a ‘cosmopolitan country’ to a ‘country of landmarks’ to a ‘shopper’s paradise’ to a ‘popular business centre’. The real beauty of a Singapore holiday lies in its diverse elements. From the quiet gardens to the screaming shopping malls to the amiable hotel staff, everything about the country is simply magical and mesmerizing.

Here are some of the popular tourist attractions you should visit under a Singapore tour package:

I. Singapore Zoo: If you have to take your kids to one place in the world, then it has got to be the Singapore Zoo. Unlike any other zoo which chiefly presents before you a wide variety of animals, this zoo also entertains and thrills you with Night Safari and a special kid’s corner known as Rainforest Kidzworld. Your eyes can feast on some never-seen-before animals while your kids can enjoy rides and water play themed after rainforests and wildlife. The experience in itself will be more than just an experience!

II. Botanical Gardens: The best thing to do after you wake up in the morning will be to hop onto the Botanical Gardens, famed for its scenic wonders, a plethora of rare species of plants and a captivating Swan Lake. Your Singapore holiday will be incomplete without paying one visit to this one-of-a-kind place!

III. Singapore Flyer: Singapore Flyer is your license to kissing the sky. This is a giant wheel (over 165 m) and offers you a breath-robbing view of the city. The area is crammed with food joints and markets and is one of the must-visit places for people of any age group.

IV. Singapore Science Centre: You can spend your entire day at the Singapore Science Centre and still not get bored. With over 800 wondrous rides depicting the magic of science, how can this place not enthrall you!

V. Little India: While Orchard Street is the ultimate czar of shopping destinations, Little India has a cosmopolitan touch with shops run by Indians and dedicated to Indian tourists. Plus, the prices are rock-bottom and this is one place where you can do plenty of shopping at a shoe-string budget.

Under a Singapore tour package, you can visit plenty of other places including Marina Bay Sands, National Museum of Singapore, Jurong Bird Park, Universal Studios, Sentosa Island and Boat Quay & Clarke Quay. No other place in the world can match the wonders of this marvelous country.

The country of Thailand lies in the neighborhood and is the best substitute for Singapore. Thailand packages bring you several great tourist spots including Pattaya and Bangkok. Bangkok, the capital city, is a must-visit locale and known for its temples, theatrical shows, theme shows, markets and food.

Some of the popular Bangkok temples include names like the Temple of Emerald Buddha, The Grand Palace, Wat Po, Trimir Wat and Wat Benjabophit. Other interesting things that you can do under Thailand packages include:

• Visiting River Kwai and riding an elephant
• Taking a luxury cruise at Grand Pearl and enjoying sumptuous meals
• Enjoying a boat ride down the Sun River
• Capturing the photogenic beauty of Ayutthaya
• Taking a tour of the unique Floating Market of Damnoen Saduak

Paket Tour Singapore Paling Murah

Sumber : http://traveloista.blogspot.com/2015/08/most-popular-attraction-in-singapore.html

Mengenal Budaya dan Tradisi Bali

Bali memiliki banyak berbagai warisan budaya leluhur yang masih tertanam dan melekat erat di masyarakat Bali itu sendiri, juga berbagai tradisi atau kebiasaan unik yang masih dipegang teguh di kalangan masyarakat. Budaya dan tradisi yang ada memiliki ciri khas tersendiri di masing daerah, desa maupun banjar yang ada di Bali. Memiliki kekayaan budaya yang beragam tentunya merupakan suatu tugas masyarakat untuk melestarikannya, tidak tergilas atau bergeser karena pengaruh dunia modern saat ini. Tentu semua ini dipengaruhi oleh adat istiadat, kepercayaan mistis dan keyakinan beragama yang kental.
Unsur-unsur Budaya yang di miliki adalah; musik seperti berbentuk gamelan, rindik, jegog dan genggong, seni tari seperti tari barong, tari kecak, pendet, gambuh, joged dan banyak lagi yang lainnya, bali juga memiliki bahasa dan pakaian adat daerah sendiri dan dari segi religi mayoritas penduduknya beragama hindu, semua merupakan magnet penarik wisatawan untuk liburan di Bali.

Budaya dan tradisi yang unik ini , membuat salah satu penyebab bali menjadi daerah tujuan wisata, berikut beberapa budaya dan tradisi unik yang masih dijaga kelestariannya:

  • Ngaben – Ngaben adalah upacara Pitra Yadnya, rangkain upacara Ngaben salah satunya prosesi pembakaran mayat yang bertujuan untuk menyucikan roh leluhur orang sudah meninggal. Tradisi ini masih dilakukan secara turun-temurun oleh hampir semua masyarakat Hindhu di Bali.
  • Ngaben tikus di Mengwi – Seperti halnya upacara ngaben, upacara yang biasanya dilakukan pada saat manusia meninggal, dilakukan juga pada tikus, yang bisa dijumpai di Desa Cemagi, Mengwi, upacara ini dilakukan saat wabah tikus mulai menyerang lahan pertanian warga.
  • Subak – Istilah subak hanya dikenal di Bali, yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan oleh para petani Bali dalam bercocok tanam padi. Istilah ini sudah mulai dikenal dikalangan turis lokal maupun mancanegara.
  • Ngerebong atau Ngurek – tradisi yang ada di Bali yang dilakukan umat Hindhu tepatnya di Pura Pangrebongan, Desa Kesiman, Denpasar. Sebagai masyarakat yang mengikuti ritual ini mulai kerasukan/ trance ada yang berteriak, menangis, menggeram dan menari dengan diiringi musik tradisional beleganjur
  • Megibung – Selain memiliki tempat wisata yang indah, Bali juga kaya dengan budaya dan tradisi unik, adalah merupakan salah satu tradisi warisan leluhur, dimana tradisi makan bersama dalam satu wadah.
  • Gebug Ende – Ada banyak budaya dan tradisi unik warisan leluhur di Bali, dan beberapa ada di Kabupaten karangasem seperti tradisi megibung, kain geringsing di Tenganan dan yang satu ini adalah Gebug Ende atau Gebug Seraya. Seperti namanya tradisi ini berasal dari Desa Seraya.
  • Ter-teran – Satu lagi tradisi unik di Kabupaten Karangasem, tepatnya di Desa Jasri,  tradisi tersebut adalah perang api atau disebut juga ter-teran. Aksi saling serang/ lempar-lemparan dengan api ini. Perang api ini menggunakan obor prakpak/bobok (daun kelapa kering yang diikat).
  • Mekare – kare atau Perang Pandan – Satu lagi tradisi unik yang ada di Bali, tepatnya di Desa Tenganan Karangasem. Upacara Perang Pandan adalah upacara persembahan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra (dewa perang) dan para leluhur.  menggunakan senjata pandan berduri sebagai senjata masing-masing.
  • Perang Pisang – Upacara perang pisang atau mesabatan biu ini digelar di pelataran pura Bale Agung, desa Tenganan Daud Tukad, dalam rangka pelantikan ketua dan wakil ketua pemuda setempat. Diikuti oleh 16 pemuda desa yang dipilih oleh kelian adat untuk dilawankan dengan 2 orang (calon ketua dan wakil).
  • Omed – omedan – Tradisi unik di desa Sesetan ini hanya diikuti oleh Truna-truni / muda – mudi atau yang sudah tua dan belum menikah, adegan tarik menarik dan cium-ciuman ini, dirayakan setap tanggal 1 Caka atau sehari setelah Hari Raya Nyepi.
  • Mekotek – Upacara ini diselenggarakan denan tujuan mohon keselamatan, yang merupakan warisan budaya leluhur yang dirayakan setiap hari Raya Kuningan dan turun-temurun oleh hampir 15 banjar di Desa Munggu kecamatan Mengwi, Badung.
  • Pemakaman di Trunyan – Keunikan tradisi pemakaman mayat di Desa Trunyan sampai sekarang ini masih mejadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh warga setempat. Prosesi orang meninggal di Bali, biasanya dikubur ataupun dibakar. Tapi kalau di desa Trunyan tidak seperti itu, tubuh orang yang sudah meninggal melalui sebuah prosesi.
  • Perang Ketupat – Satu lagi tradisi unik di Bali yaitu Perang Ketupat yang dirayakan satu tahun sekali di desa Kapal, Kabupaten Badung. Tujuan diadakan prosesi ini sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan untuk doa keselamatan dan memohon kesejahteraan bagi umat manusia.
  • Ngusaba Bukakak – hanya ada di Bali Utara, tepatnya di desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Begitu banyaknya  budaya warisa leluhur yang masih terjaga dengan baik di Bali. Tujuan dari Upacara Bukakak ini untuk melakukan permohonan kepada Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan.
  • Mesuryak – Upacara dengan melemparkan uang ke atas ini digelar bertepatan pada Hari Raya Kuningan (10 hari setelah Galungan) setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan untuk memberikan persembahan ataupun bekal pada leluhurnya yang turun pada hari raya Galungan dan kembali ke Nirwana pada hari raya Kuningan
  • Upacara Ngedeblag – Tradisi Ngedeblag hanya dilakukan di desa Pekraman Kemenuh, Kec. Sukawati, Gianyar. Prosesi ini dirayakan di setiap Hari Kajeng Kliwon menjelang peralihan sasih kelima dan sasih keenam (kalender Bali) yang digelar sekali dalam setahun.
  • Ritual Agung Briyang -di rayakan setiap 3 tahun sekali pada purnamaning sasih kedasa kalender Hindu Bali, perayaan ini hanya ada di desa tua Sidetapa Buleleng, lokasi desa ini sekitar 40 km barat laut kota Singaraja. Tujuan mengadakan upacara Agung Briyang adalah untuk melawan dan roh-roh jahat.
  • Ngelawang – salah satu ritual tolak bala di Bali yang dilakukan diantara hari raya Galungan dan Kuningan, beberapa tempat masih melakukan tradisi ini ada juga yang tidak, namum nilai budaya ini sudah tertanam pada anak-anak yang mementaskan ritual ini.
  • Ngusabha Tegen – di Desa Kedisan – Kintamani, sarana banten yang dipersembahkan dengan banten/ sesajian tegen-tegenen yang terdiri dari sayur-sayuran, buah dan ikan dipikul oleh kaum pria, sedangkan kaum ibu membawa banten gebogan dengan tujuan agar tetap diberi keselamatan dan kemakmuran

Paket Wisata

Sumber : http://traveloista.blogspot.com/2015/03/mengenal-budaya-dan-tradisi-bali.html

Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web Bali


Seiring dengan adanya usaha pengembangan kepariwisataan nasional, pariwisata diarahkan sebagai sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi termasuk kegiatan sektor lain yang terkait, sehingga lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, serta pendapatan negara dapat ditingkatkan. Dukungan terhadap usaha pengembangan pariwisata yang lebih terarah dilakukan oleh pemerintah denganmembangun konsep pariwisata nasional dalam wujud Pariwisata-21. Pariwisata-21 memberikan gambaran tentang keinginan dan komitmen bangsa yang berdimensi jangka panjang, tentang kepariwisataan nasional  yang dilandasi oleh tujuan dan sasaran pembangunan nasional pada abad 21, terutama dalam mengantisipasi era globalisasi (Ardika, I.G., dkk., 1998).
            Prospek pariwisata ke depan sangat menjanjikan bahkan sangat memberikan peluang besar, terutama apabila menyimak angka-angka perkiraan jumlah wisatawan internasional ( inbound tourism ) berdasarkan perkiraan WTO (World Tourism Organitation) yakni 1,046 milyar orang (tahun 2010) dan 1,602 milyar orang (tahun 2020), diantaranya masing-masing 231 juta dan 438 juta orang berada di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Hal ini akan mampu menciptakan pendapatan dunia sebesar USD 2 triliun pada tahun 2020 ( Setyanto P. Santosa).
Berdasarkan angka perkiraan tersebut maka, para pelaku pariwisata Bali khususnya seyogyanya melakukan perencanaan yang matang dan terarah untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang yang akan lalu lalang di kawasan kita. Pemanfaatan peluang harus dilakukan melalui pendekatan repositioning keberadaan masing-masing kegiatan pariwisata dimulai dari sejak investasi, promosi, pembuatan produk pariwisata, penyiapan jaringan pemasaran internasional, dan penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Kesemuanya ini harus disiapkan untuk memenuhi standar internasional sehingga dapat lebih kompetitif dan menarik, dibandingkan dengan kegiatan yang serupa dari negara-negara di sekitar Indonesia seperti Cina yang sempat memperoleh kunjungan wisatawan tertinggi di daerah Asia Timur dan Pasifik di tahun 2000.
Sumber informasi utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali adalah sebagai berikut; teman dan keluarga, perusahaan perjalanan, buku pemandu perjalanan (guide book) dan brosur. Di samping itu majalah dan surat kabar juga merupakan sumber informasi yang cukup penting bagi wisatawan mancanegara yang akan melakukan kunjungan wisata ke Bali. Selain itu di era globalisasi, pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) khususnya internet sebagai sumber informasi harus mulai digunakan untuk mengakses Bali dan semua fasilitas wisata yang ditawarkannya. Pemanfaatan internet sebagai sumber informasi mencapai lebih dari 30% (Suradnya, 2005 dan Survai Wisatawan yang Meninggalkan Indonesia, 2005). Pemanfaatan internet dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan semakin memasyarakatnya penggunaan internet sebagai sumber informasi.
Para wisman (wisatawan mancanegara) yang berkunjung ke Bali memberikan nilai positip terhadap Bali karena faktor – faktor berikut; alam yang masih asli, keunikan budaya masyarakat Bali, upacara adat dan agama, penduduk yang ramah, keamanan dan kenyamanan dalam berwisata, dan faktor-faktor lainnya yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Di samping kesan positip, ada sejumlah faktor yang dikeluhkan oleh para wisatawan yang datang ke Bali. Faktor-faktor yang banyak dikeluhkan para wisatawan tersebut meliputi; lingkungan yang kotor, adanya gangguan dari para pedagang asongan, kesulitan mendapatkan informasi wisata, kurangnya fasilitas angkutan umum yang dapat dinikmati mereka selama melakukan perjalanan wisata di Bali, tidak banyak yang dapat dilihat atau dikerjakan, dan lain-lain.
Untuk itu ketersediaan informasi wisata yang lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah akan menjadi tantangan yang semakin besar ke depan. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa informasi memegang peran yang semakin penting dalam pengambilan keputusan perjalanan para wisatawan dan mereka umumnya sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh dengan informasi (informed society).

 1.2. PERMASALAHAN

Dari latar belakang di atas, terlihat bahwa tersedianya informasi lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah dan cepat merupakan kebutuhan mendasar dalam pengembangan industri pariwisata Bali. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan pengembangan pariwisata Bali untuk membantu peningkatan kunjungan wisatawan manca negara ke Bali.
Salah satu potensi yang perlu dikembangkan adalah dibangunnya Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web yang dapat diakses melalui jaringan Internet. Sistem Informasi Pariwisata ini diharapkan dapat memberikan informasi seluas-luasnya bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Bali. 

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2013/09/sistem-informasi-pariwisata-berbasis.html

Angkringan Sego Kucing

Sudah lama mas-mas angkringan langganan saya tidak jualan lagi, terkadang kalau malam saya sering nongkrong di Angkringan Sego Kucing ini, tepatnya di kota Tangerang Selatan yang masuk wilayah Propinsi Banten dan boleh juga dibilang perbatasan antara Banten dan Jakarta Selatan karena saking dekatnya, yaaaa kira-kira selemparan kancut sudah sampai, bahkan kalo kesandungpun langsung masuk wilayah Jakarta selatan. Dengan beberapa bangku dan lesehan khas angkringan, saya nongkrong untuk menikmati wedang jahe, yaa selain wedang jahe juga msih banyak menu camilan lainnya seperti sate daging, sate telor puyuh, sate kikil, tempe bacem, tahu bacem, uli bakar, tahu isi, dan banyak lagi macamnya.
Angkringan ini terasa menyenangkan bagi saya, dengan lampu yang temaram, masakan yang enak dan susu jahe dengan aroma segar serta tempatnya nyaman.
Oh iya, satu lagi… sambelnyaa maknyus banget. 

Sumber : http://jelajahwisata.blogspot.com/2014/09/angkringan-sego-kucing.html